SIMPOSIUM SEHARI KESEHATAN JIWA DALAM RANGKA MENYAMBUT HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA

  Penyelenggara :
IKATAN DOKTER INDONESIA CABANG JAKARTA BARAT

Bekerjasama dengan :
FK UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
FK UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA
FK UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

27 OKTOBER 2007
HOTEL RED TOP, JAKARTA

LATAR BELAKANG

  • Akhir-akhir ini banyak kasus kekerasan, bunuh diri, kawin cerai, tawuran, pembunuhan, ibu membunuh anak-anaknya, Cucu membunuh kakek, pemerkosaan, penculikan anak, penggunaan NARKOBA, kecelakaan lalu lintas baik darat, udara, laut, korupsi, bencana alam seperti : tsunami, gempa bumi, tanah longsor, tayangan TV, smack down, dan sebagainya. Kejadian - kejadian ini ada kaitannya dengan masalah kesehatan jiwa dan gangguan jiwa, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat.
  • Penelitian mengenai gangguan jiwa yang pernah dilakukan oleh para psikiater dari Direktorat Kesehatan Jiwa, Dirjen Yanmed, Depkes, di Puskesmas Kecamatan Tambora, lebih dari 20 tahun yang lalu didapatkan bahwa prevalensi gangguan jiwadi Puskesmas adalah sekitar 30%, berarti dari setiap 10 orang yang berobat ke Puskesmas ada 3 orang yang mempunyai masalah kejiwaan.
  • Demikian pula pasien-pasien yang berobat ke praktik umum sedikitnya 10% pasien yang berobat mempunyai masalah kejiwaan dibalik keluhan fisiknya.
  • Fakta lainnya adalah orang lebih senang dikatakan sakit saraf daripada sakit jiwa. Sakit Jiwa masih merupakan stigma dalam masyarakat. Penderita gangguan jiwa lebih sering dibawa ke dukun atau “orang pintar”.
  • Sering kali penderita gangguan jiwa terlambat diterapi karena kurang kepekaan dokter dalam mendeteksinya, sehingga banyak biaya yang telah dikeluarkan pasien untuk pemeriksaan-pemeriksaan penunjang dan pengobatan yang kurang tepat.
  • Dokter umum sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan adalah yang pertama menerima pasien baru, kepada dokter umum ini perlu ditingkatkan kemampuan dan ketrampilannya dalam melakukan deteksi dini dari penatalaksanaan terapi masalah dan gangguan jiwa yang ditemuinya dalam praktek sehari-hari, sehingga pasien mendapat pelayanan medik yang optimal dan tepat.
TUJUAN
  • Meningkatkan kemampuan, ketrampilan mendeteksi dan terapi masalah kesehatan jiwa dan gangguan jiwa yang banyak dijumpai dalam praktek sehari-hari dari para petugas kesehatan khusus para teman sejawat dokter umum atau dokter keluarga ( sesuai kompetensi dokter umum).
  • Menghilangkan stigma gangguan jiwa di kalangan profesional dan masyarakat